BELAJAR JURNALISTIK BERSAMA KOMPAS TV

Pijar, Medan. Senin (26/09) bertempat di Ruang Sidang Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sumatera Utara (USU), Kompas TV memberi kesempatan kepada mahasiswa/i ilmu komunikasi FISIP USU untuk belajar bersama dalam kegiatan workshop Jurnalistik Televisi.

 

USU menjadi kampus tempat singgah ke-9 yang dikunjungi Kompas TV untuk berbagi ilmu tentang dunia jurnalistik kepada mahasiswa/i ilmu komunikasi. Berita dan Ruang Redaksi serta Bermain di LayarBroadcast menjadi pembahasan utama dalam workshop sehari belajar bareng Kompas TV. Materi yang diberikan seputar bagaimana menjadi wartawan dan praktik menjadi presenter berita televisi yang baik dan benar.

 

Suasana Ruang Sidang ramai dipenuhi mahasiswa/i yang antusias menyambut workshop ini. Pukul 11.00 WIB workshop dibuka oleh Haris Wijaya salah satu dosen Ilmu Komunikasi FISIP USU yang juga mendampingi kedua pembicara. Ada dua pembicara yang dihadirkan, yang pertama Riga Danisswara selaku Koordinator Peliputan Kompas TV yang membahas Berita dan Ruang Redaksi TV. Pembicara kedua yaitu Rahmat Ibrahim yang merupakan presenter Kompas TV membahas Bermain di Layar Broadcast.

 

Selama berlangsungnya workshop, mahasiswa/i yang hadir sangat aktif dan mampu menjawab pertanyaan yang diberikan oleh pembicara. Hal yang menarik dari pembicara tidak hanya memberikan materi saja, namun mengajak mahasiswa/i untuk ikut dalam praktik untuk mengabarkan sebuah peristiwa di lapangan secara langsung seperti halnya reporter televisi dan melatih mahasiswa/i menjadi presenter berita.

caption bg mit
Nico Guntara salah satu mahasiswa Ilmu Komunikasi melakukan praktik menjadi presenter yang baik di ruang sidang Fisip USU, senin (26/9).
Fotografer : Mitra Hamdani


Dalam workshop ini ilmu mengenai dunia jurnalistik televisi dibahas secara sederhana, namun mendalam. Riga Danisswara selaku pembicara mangatakan tujuan dari kegiatan ini dilakukan bentuk tanggungjawab perusahaan terhadap masyarakat. “Kami menerjemahkannya berbakti kepada mahasiswa. Apa yang dilakukan tidak dibayar. Tujuan memang ingin berbagi keilmuan kepada mahasiswa dalam mengenalkan bagaimana dunia media kepada mahasiswa. Ada berbagai konsentrasinya di dunia blog seperti kompasiana, film pendek, dan juga jurnalistik televsi. Kami yang mengerti redaksi dan teman-teman presenter lah yang menjadi pembicara dalam hal jurnalistik tv,” ujarnya kemudian.

 

Angelin Panjaitan salah satu mahasiswi mengatakan dengan diadakannya kegiatan seperti ini lebih paham mengenai dunia jurnalistik khususnya televisi. “ mungkin diawal agak sedikit bosan tapi lama-kelamaan makin menikmati, apalagi kayak latihan reportasenya secara langsung dengan dadakan dan untuk harapannya diperbanyak lagi kegiatan seperti ini dan publikasi digencarkan agar tempat pelaksanaannya maksimal.” ujar Angelin.

 

Kompas TV juga tidak hanya sekedar memberi materi saja, namun ada target yang harus dicapai. “Targetnya mengenalkan lebih dekat dunia media ke mahasiswa karena mau dilihat dari manapun dunia digitalisasi sudah sangat kuat. Artinya perkembangan media sudah sangat cepat mahasiswa harus cepat tanggap dengan apa yang terjadi. Televisi ikut andil dalam perkembangan digitalisasi informasi yang ada di dunia,” ungkap Riga

 

“ Tidak ada kalimat lain untuk terus belajar. Artinya belajar tidak ada rentang waktu atau limitasi kapan kita harus berhenti belajar. Tapi yang ingin saya sampaikan kepada teman-teman yang ingin belajar di media mulailah dengan hal kecil. Mengikuti pers kampus, media lokal, majalah maupun radio. Hal yang paling mempercepat kita berkarya adalah praktek secara langsung,” jelas Riga saat ditanya harapan kedepannya untuk kegiatan yang seperti ini.

Sumber: Media Pijar