Tentang Program Studi

icon front default1


Sejarah Perkembangan
Departemen Ilmu Komunikasi merupakan salah satu departemen dari 7 departemen yang berada di bawah Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara. Pada awal pendiriannya tahun 1980, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik masih merupakan Jurusan Pengetahuan Masyarakat yang dicangkokkan pada Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara. Setahun kemudian Jurusan Pengetahuan Masyarakat berubah menjadi Jurusan Ilmu-ilmu Sosial (IIS).


Pada tahun 1982 Jurusan Ilmu-ilmu Sosial resmi menjadi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, dengan menggunakan gedung perkuliahan di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Sumatera Utara. Sesuai dengan SK Mendikbud RI No. 0535/0/83 tahun 1983 tentang jenis dan jumlah jurusan pada fakultas di lingkungan Universitas Sumatera Utara, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik USU memiliki 6 (enam) jurusan yaitu :

  • Jurusan Sosiologi
  • Jurusan Ilmu Kesejahteraan Sosial
  • Jurusan Antropologi
  • Jurusan Ilmu Administrasi negara
  • Jurusan Ilmu Komunikasi
  • Jurusan MKDU (Mata Kuliah Dasar Umum)

Pada perkembangan selanjutnya, Jurusan MKDU akhirnya diputuskan untuk diserahkan pengelolaannya di luar FISIP USU dengan pertimbangan bahwa jurusan tersebut bukan suatu disiplin ilmu yang berdiri sendiri, melainkan mengelola mata kuliah yang termasuk pada Mata Kuliah Dasar Umum. Kemudian dengan SK Dikti No. 108/DIKTI/Kep/2001 tanggal 30 April 2001 bertambah satu program studi baru yaitu Ilmu Politik dan pada tahun 2010 dibuka lagi Program Studi baru yaitu Administrasi Bisnis. Dengan demikian, hingga saat ini ada 7 (tujuh) departemen yang berada di bawah naungan FISIP USU. Namun demikian ke tujuh departemen tersebut tidak di buka sekaligus. Hal ini disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan pemerintah daerah serta tenaga pengajar yang dibutuhkan sesuai dengan bidangnya. Pada awal berdirinya FISIP Pemilihan Jurusan dilakukan pada Semester VII. Keadaan ini berlangsung sampai pada tahun ajaran 1986/1987, baru pada tahun ajaran 1987/1988 pemilihan jurusan dilakukan langsung pada saat calon mahasiswa mendaftarkan diri pada SIPENMARU.

Dalam proses perkembangannya pada tahun 1994-1997 Jurusan Ilmu Komunikasi membuka 2 (dua) Program Studi yaitu. : Program Studi Public Relations/Humas dan Program Studi Jurnalistik. Mahasiswa diwajibkan memilih program studi Humas atau program studi Jurnalistik saat mereka sudah duduk pada semester IV.

Berdasarkan SK Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi No. 002 tahun 1997/1998 Program Studi Sarjana Ilmu Komunikasi FISIP USU ditetapkan mendapat hasil akreditasi dengan peringkat dan nilai akreditasi yang dicapai adalah B (511).


Mulai tahun ajaran 2000/2001 masa bakti Ketua Jurusan ditetapkan menjadi 4 (empat) tahun yang sebelumnya setiap masa bakti hanya 3 (tiga) tahun. Pada tahun ajaran 2001/2002, berdasarkan Surat Keputusan Rektor No. 2162/J05/TU/2001. Jurusan Ilmu Komunikasi membuka Program Ektensi Ilmu Komunikasi. Setelah berhasil membuka Program Extensi, pada tahun ajaran 2004/2005 Jurusan Ilmu Komunikasi membuka Program Reguler Mandiri. Kemudian pada tanggal 05 April 2011 berdasarkan SK Rektor Nomor: 980/H5.1.R/SK/PRS/2011, Departemen berhasil membuka Program Studi Magister Ilmu Komunikasi (S-2).


Sesuai dengan Peraturan Pemerintah RI No. 56 tahun 2003 tanggl 11 November 2003 tentang penetapan USU sebagai Badan Hukum Milik Negara dan keputusan Wali Amanat USU No. 1/SK/MWA/1/2005 tanggal 8 Januari 2005 tentang Anggaran Rumah Tangga USU Jurusan dirubah menjadi Departemen. Maka Jurusan Ilmu Komunikasi sekarang berganti nama menjadi Departemen Ilmu Komunikasi.


Pada Tahun 2004 Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi kembali menyatakan bahwa Program Studi Sarjana Ilmu Komunikasi FISIP USU terakreditasi dengan peringkat: Akreditasi A (Baik Sekali). Sertifikat akreditasi program studi sarjana ini berlaku 5 (lima) tahun sejak tanggal 7 Mei 2004 sampai dengan 7 Mei 2009.


Selama perjalanan Jurusan Ilmu Komunikasi sejak tahun 1985 sampai dengan tahun 2011 telah menjadi Departemen, Departemen Ilmu Komunikasi sudah dijabat oleh 9 Ketua/Sekretaris. Selama perjalanan itu pula Departemen Ilmu Komunikasi sudah melakukan aktivitas ke arah pengembangan departemen ke depan berbasis pelayanan, baik pada stakeholder langsung (mahasiswa), alumni, dunia industri maupun masyarakat umum.